Mencintai klub sepakbola kesayangannya Internazionale FC, Eki tak hanya setia menonton pertandingan Inter. Berbagai aksi memburu jersey Interpun jadi hobi favoritnya. Buatnya, Jersey Inter bernilai lebih dari sekadar rajutan kain biasa. Mendapatkannya dengan penuh adrenalin dan merawatnya dengan sepenuh hati.
Eki memang sangat menyukai Internazionale FC. Tapi tahukah kamu kalau sebenarnya Manchester United-lah yang menjadi klub favoritnya sejak awal. Tahun 1986 permainan “setan merah” Manchester United membuat Eki menyukai sepakbola dan hingga pada akhirnya, tahun 1988 hatinya tertambat pada klub sepakbola Internazionale FC.
Pada tahun 1988 tersebut Inter sedang menjalani era keemasan trio Jerman. Wajar jika Eki semakin terpincut dengan Inter. Pada tahun tersebutlah Inter memulai perjalanannya meraih Scudetto yang ke 13. Jika ada kesempatan menonton siaran langsung pertandingan Inter, Eki tak pernah melewatkannya.
“Saya bukannya pemburu kesuksesan sebuah klub sepakbola, alasan saya menyukai Inter karena saat pertama kali melihat Inter bermain, disana ada pemain kesukaan saya, Lothar Mathaeus,” Ungkap Eki ketika ditanya alasan pertama kali menyukai Inter. “Terlebih lagi setelah era Trio Jerman tersebut, kiprah Inter di Italia semakin mengundang simpatik saya. Seperti diketahui, Inter “digencet” oleh klub lainnya dengan cara curang. Jadi Inter buat saya adalah simbol kejujuran,” Lanjut Eki.
Walaupun Manchester United adalah “cinta pertama” Eki tetapi Eki justru pertama kali memulai hobi koleksinya ini dengan membeli jersey Inter. “Dulu sebutan untuk koleksi Jersey adalah kaos bola, jadi kaos bola pertama yang saya beli itu Inter. Belinya di Pasar Senen, kemudian dilanjutkan memborong beberapa kaos bola di Blok M,”. Terang Eki. Kini koleksi jerseynya sudah banyak dan untuk alasan kualitas, Eki selalu memburu jersey original agar nilai koleksinya juga bagus.
Bukan hanya mengkoleksi jersey Inter, Eki pun juga mengkoleksi pernak-pernik Inter. Mulai dari gelang, jam tangan, mug, syal, dll. Di antara pernak-perniknya tersebut, terkadang ada saja Interisti lainnya yang menawar dengan harga berlipat. Tak jarang pula, karena alasan pertemanan akhirnya Eki melepasnya. “Ya itung-itung bantuin temen deh, soalnya kalau pernak-pernik asli agak susah mendapatkannya di Indonesia jadi harus pesan dari luar negeri,” Jelasnya. Memang kebanyakan pernak-pernik Inter koleksi Eki didapatkan dari luar negeri tetapi bukannya nggak ada yang buatan lokal lho, beberapa pernak-pernik buatan lokal yang mempunyai kualitas bagus pun tak luput darinya.
Kembali ke koleksi jersey, dari sekian banyaknya koleksi kersey Inter tentunya ada beberapa yang spesial. Salah satunya adalah sebuah koleksi Limited Edition Inter Centenary Box Set. Jersey home dan away menyambut perayaan ultah ke 100 inter yang dikemas dalam kotak khusus ini berhasil dimiliki oleh Eki dengan usaha yang katanya agak melelahkan.
Berlabel “Limited Edition” membuat seri koleksi ini agak susah didapatkan. Inter Box Set ini hanya diproduksi sebanyak 2008 saja dan Eki berhasil mendapatkan nomor seri ke 772 of 2008. Tak ayal koleksi ini membuat Interisti lainnya kepincut untuk foto bareng Inter Box.
Berburu via Internet
Paradigma internet yang memangkas jarak dan waktu kini semakin memudahkan Eki untuk mendapatkan koleksi yang ia cari. Kegiatan berselancar di dunia maya dijadikan senjata ampuh untuk menggaet koleksi terbaru. “Di website Inter Store kita bisa langsung mendapatkan jersey atau barang lainnya secara cepat, dan terjamin pula keasliannya. Untuk alternatif koleksi yang sudah lawas, website e-bay bisa dijadikan referensi yang bagus juga,” papar Eki menjelaskan kegiatan huntingnya yang kini bisa dilakukan lewat internet. “Kalau dulu, untuk mendapatkan barang asli saya harus menyambangi langsung ke luar negeri.” Lanjut Eki. Belanda, Jerman, Swiss dan Italia adalah beberapa negara yang sempat dikunjungi Eki hanya untuk berburu jersey Inter. Maka dari itu cara seperti ini memerlukan budget yang berlipat.
Selain hunting langsung ke berbagai negara Eki juga memperoleh koleksinya dari rekan-rekannya dengan cara menitip tapi tak jarang juga rekannya yang kebetulan tahu hobi Eki mengkoleksi jersey Inter tanpa diminta menghadiahinya. “Beberapa rekan saya yang hafal hobi saya pasti memberikan oleh-oleh berupa jersey ketika mereka sedang bertugas atau jalan-jalan ke luar negeri.” Sebut Eki.
Kini, satu persatu jersey Inter semejak tahun 1988 telah dikoleksinya. Eki memfokuskan koleksinya dari tahun pertama ia menyukai Inter. Seiring waktu, Eki pun juga mengkoleksi Jersey Manchester United. Bahkan beberapa koleksi jersey MU-nya tergolong langka. “Ada perbedaan membeli jersey asli di Indonesia dan luar negeri, kalau di luar negeri kita bisa sekalian memesan font yang kita inginkan.” Terang Eki. “Beberapa teman yang baik tak sungkan memberikan ilmunya tentang jersey original kepada saya, sebab banyak juga barang yang beredar sangat menyerupai jersey asli jadi dibutuhkan pengetahuan lebih agar tidak tertipu,” lanjut Eki perihal koleksinya.
Walaupun hobinya ini cukup menguras kantong namun eki tak pernah surut untuk terus menambah koleksinya. “Nilai investasi koleksi jersey ini ternyata cukup bagus lho, semakin langka dan lawas barang yang kita punya maka semakin tinggi pula harganya,” ucap Eki. Dan agar koleksinya tidak cepat rusak Eki membuatkan ruangan dan lemari khusus untuk koleksinya. Perawatan seperti mencuci ulang pun kerap ia lakukan agar kelak nilai investasinya juga baik.
Eki yang juga sibuk mengelola usaha travel ini tak pernah sungkan bila ada teman yang ingin melihat langsung koleksinya. Baginya, berbagi kesenangan dengan yang sehobi juga menjadi kepuasan tersendiri yang yak dapat dilukiskan.
Well, itulah bentuk “dedikasi” Eki kepada klub tercinta, cita-citanya kini tinggal satu, ia berharap kelak anaknya dapat meneruskan hobinya ini. Pria yang sayang anak ini telah dikaruniai putra yang bernama Keitaro. “Semoga saya anak saya punya hobi yang sama dengan saya, ha ha ha…, “ Tutup Eki yang berharap hobinya juga disukai oleh putranya. Semoga.. Amin.

bapak eki ini jg baik lho, rela ngasih jersey inter nya ke temen2nya termasuk saya :D
Masya Allah !!!
ternyata koleksinya diluar dugaan saya
bisa buat mandi juga ternyata
sukses terus aja deh, jgn kendor hunting2
eh mampir2 ke sini ya http://nerrazurri.blogspot.com/
Bro Kromes, apakah pecinta Jersey ini jumlahnya buanyak? atau Ada komunitasnya? Kalau ada, bisa hadir di Studio Radio Bahana buat ceritain kegiatan komunitas, pada Jumat jam 19.00-20.00WIB. Mulai dari Sejarahnya, Aktivitasnya, Sosialisasinya.
Wassalam
Mr. Program Support Sore, 101,8FM Bahana Jakarta
@ mas dwijo…komunitasnya ada, dan sampai saat ini sudah lumayan besar.. beberapa media massa pernah meliput mereka juga kok :D
invitationnya boleh juga tuh mas… nanti saya kontak pengurus komunitasnya..
eniway, ada nomer kontak mas yang bisa saya hubungi???
send by email aja ke krome@interclub.or.id
trimss
wah apa yg di posting arie blm terbukti tuh k saya :D
wah..saya jg koleksi tp udah bnyk yg di jual hanya tinggal 2,koleksi tahun ini( ibrahimovic,santon),katalognya juga ada
bung eki, bisa tolong bantuin saya nyari kostum centenary inter yang away ga??
udah nyari dimana2 ga nemu nih.
ukuran XL.
tolong ya kang, mohon pencerahannya. makasih