Internazionale F.C. melawat ke Torino membawa semangat tinggi paska kemenangan 2-0 atas Panathinaikos dalam laga Liga Champions 2008/09 di Athena. Dan, teror Inter masih terus terasa di stadion Olimpico Grande Torino, Italia.
Jose Mourinho masih menggunakan pola 4-3-3. Ricardo Quaresma tidak langsung diplot dalam starting eleven, sementara Adriano, Amantino Mancini, dan Zlatan Ibrahimovic tetap mendapat kepercayaan untuk menggedor lini pertahanan musuh di awal pertandingan. Sementara tim tuan rumah masih membangkucadangkan striker Nicola Ventola. Di depan, Torino masih diperkuat oleh Nicola Amoruso dan Rolando Biachi.
Babak Pertama
Peluit pertama wasit langsung disambut dengan tekanan tuan rumah. Torino seakan mengingatkan Inter untuk berhati-hati dalam laga tersebut. Menit ketujuh, Torino harus dua kali membuat kiper Inter Milan bersiaga menjawa gawang, meski tidak satu pun membuahkan hasil.
Kesempatan emas Inter terjadi pada menit ke-16 ketika sang kapten Javier Zanetti dengan bebas masuk dari sisi kanan pertahanan tim lawan. Sayang, bola bergulir terlalu keras dan keluar lapangan, hanya menghasilkan tendangan gawang.
Inter membangun serangan terencana. Terjadi kemelut di depan garis kotak pinalti. Posisi Adriano tidak terbaca, bola melekat tepat di kakinya. Sementara di sayap kanan, Amantio Mancini sudah berada pada posisi lepas offside. Tendangan dari arah tepi kanan Mancini pada menit ke-23 belum mampu ditepis oleh kiper tuan rumah lantaran menyentuh pemain belakang Torino Marcio Pisano. 1-0 untuk Inter.
Torino bangkit melalui pemain depan mereka semenit paska gol bunuh diri. Sayang, Materazzi berhasil menghalau. Secara mengejutkan, Inter kembali menekan Torino. Adalah pemain Inter bernomor punggung 13 Douglas Maicon berhasil membaca lowongnya sisi belakang Torino. Dari sisi kanan yang cukup jauh, tendangan kencang Maicon langsung mengarah ke pojok kanan gawang. 2-0 untuk Inter.
Menit ke-36, Ibra menyisir dari arah kanan dengan cepat. Tidak ada pemain Inter di sisi tengah menemani sang striker. Bola yang berusaha digiring ke tengah dipotong cepat oleh Di Loreto.
Sisa pertandingan babak pertama berlangsung cukup ketat meski tidak tercipta gol tambahan. Kedudukan bertahan untuk keunggulan Inter Milan.
Babak Kedua
Menit-menit pertama Torino tampil menyerang. Menit ke-48, Marco Materazzi menghalau bola dari Nicola Amaruso dengan dadanya. Terlihat handsball, namun wasit pertandingan berpendapat lain.
Dua menit kemudian, serangan Torino yang mengarah langsung ke jala Inter mengenai kepala salah satu pemain Inter dan menghasilkan tendangan pojok. Tidak begitu membahayakan Julio Cesar.
Bola tendangan pojok berhasil dicuri oleh Ibra yang kemudian menggiring bola dari lapangan tengah Inter sendirian sementara pemain belakang Torino terlena di halaman Inter. Satu satu berhadapan dengan kiper, Ibra lolos dan langsung melesakkan gol dari arah kiri. 3-0 untuk Inter.
Ancaman Inter kembali terjadi pada menit ke-58. Dari sisi kiri, Ibra melewati beberapa pemain, bola lantas disodorkan ke kaki Adriano, tendangan langsung terlalu lemah dan berhasil ditepis oleh Matteo Sereni.
Kerjasama Mancini, Adriano, dan Ibra terus berlanjut. Ketiga-tiganya merengsek maju ke pertahanan belakang. Tendagan Ibra dari arah kanan terlalu cepat sehinggga tidak bisa dikejar baik oleh Adriano maupun Mancini yang sudah menunggu supply bola.
Menit 62 kesempatan emas lagi datang ke kubu Inter melalui gocekan hebat Mancini dari tengah yang belum bisa dimaksimalkan oleh Adriano yang sudah berada tepat di depan penjaga gawang.
Menjelang seperempat jam babak kedua bergulir, arsitek Inter melakukan beberapa perubahan dalam Nerazzurri. Amantino Mancini dittarik keluar dan langsung digantikan oleh Ricardo Quaresma. Tiga menit kemudian, Mario Balotelli masuk dan menempati posisi Adriano yang tampil cukup gemilang.
Menit ke-71, pemain belakang Inter membuat kesalahan sebelum akhirnya posisi badan Cristian Chivu berhasil menghalau serangan Torino.
Menit ke-74, Torino mendapatkan tendangan bebas dari sisi kanan. Tendangan langsung Jurgen Saumel mengarah tepat ke gawang meski berhasil ditepis oleh Julio Cesar.
Inter terkejut pada menit ke-76 ketika pemain pengganti Elvis Abruscato berhasil mengecoh pemain belakang Inter sebelum kemudian melakukan tendangan keras yang belum mampu ditepis oleh Cesar. 3-1.
Di menit-menit terakhir, Inter terus diserbu oleh tim tuan rumah. Sayang, waktu bergulir begitu cepat sebelum akhirnya anak asuh Jose Mourinho membukukan tiga poin dan menjadikan mereka berada di puncak klasemen sementara.
——————————————————————————————
Satu lagi catatan manis dibuat pasukan Mourinho. Walau berstatus pelatih newbie di kancah persepakbolaan Italia, namun Jose Mourinho terlihaty mendapat dukungan absolut dari pemain2 Inter di lapangan. Well done JM!!!, great job!!! Buat Adriano, penampilannya pada match away ini juga menunjukan kemajuan yang lumayan. Sepanjang pertandingan Adriano terlihat terus bergerak mencari celah. Buat Interisti yang gak sempet nonton match ini… saya cuma bisa bilang, “gol maicon keren!!!!,”.
Filed under: berita inter | Tagged: away, serie a, win

